"Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung,
dari manakah akan datang pertolonganku?
Pertolonganku ialah daru TUHAN
yang menjadikan langit dan bumi"
(Mazmur 121:1,2)
Setiap orang punya masalah, siapapun dia, tanpa terkecuali.
Dan masalah yang tidak terselesaikan akan menimbulkan masalah baru.
Dan, terkadang kita membutuhkan pertolongan.
Kemana kita mencari pertolongan?
Penulis Mazmur itu..juga punya masalah
Dan dia mencari pertolongan, dan melayangkan pandangannya ke gunung-gunung.
Mengapa ke gunung-gunung?
Karena disanalah banyak terdapat pada allah, para dewa.
Dan biasanya, orang pada umumnya pergi ke sana untuk meminta pertolongan.
Apakah pemazmur ke sana untuk minta pertolongan?
Tidak, ia tidak ke sana.
Tetapi pertolongannya datang dari TUHAN.
TUHAN yang menjadikan langit dan bumi.
DIA, TUHAN yang Maha Kuasa.
Sedangkan pada allah, para dewa tidak menjadikan langit dan bumi (Yermia 10:11)
Magaimana mereka bisa menolong, sedangkan mereka tidak maha kuasa?
Ketika kita membutuhkan pertolongan atas masalah kita,
kemana kita mencari dan meminta pertolongan?
"Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan,
sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti" (Mazmur 46:2).
Senin, 21 Januari 2013
Jumat, 18 Januari 2013
KEHIDUPAN
Apa pilihannya?
Seringkali orang bilang bahwa hidup itu adalah pilihan.
Mungkin pembaca juga berpendapat demikian.
Tapi...
Bagiku..hidup bukan pilihan...
Hidup merupakan suatu kenyataan yang harus kita terima.
Kita terima dari Tuhan, Sang Pencipta, Sang Pemberi hidup.
Kita tidak bisa menolak.
Masalahnya sekarang adalah bagaimana kita hidup.
Itulah pilihan kita, bagaimana kita akan hidup.
Apakah kita akan hidup dalam damai,
Apakah kita akan hidup dalam kasih,
Apakah kita akan hidup dalam kebencian dan dendam,
Apakah kita akan hidup menjadi kaya atau miskin,
Dan lain-lain.
Itulah pilihan kita.
Selamat menikmati menu pilihan kehidupan.
Seringkali orang bilang bahwa hidup itu adalah pilihan.
Mungkin pembaca juga berpendapat demikian.
Tapi...
Bagiku..hidup bukan pilihan...
Hidup merupakan suatu kenyataan yang harus kita terima.
Kita terima dari Tuhan, Sang Pencipta, Sang Pemberi hidup.
Kita tidak bisa menolak.
Masalahnya sekarang adalah bagaimana kita hidup.
Itulah pilihan kita, bagaimana kita akan hidup.
Apakah kita akan hidup dalam damai,
Apakah kita akan hidup dalam kasih,
Apakah kita akan hidup dalam kebencian dan dendam,
Apakah kita akan hidup menjadi kaya atau miskin,
Dan lain-lain.
Itulah pilihan kita.
Selamat menikmati menu pilihan kehidupan.
Rabu, 16 Januari 2013
(SI) APA YANG SALAH?
Kalau kita perhatikan beberapa terakhir ini, ada banyak kejadian yang menyangkut pelajar, mahasiawa, maupun masyarakat yang tawuran, berkelahi hingga ada yang korban, bakar-bakaran, rusak merusak.
Kalo dipikir, mereka tahu itu salah, mereka katanya beragama, tahu ada peraturan, tahu ada akibatnya tapi mengapa diabaikan itu semua.
Apakah pendidikan agama yang didapatkan selama di sekolah tidak cukup? Apalagi dengan pendidikan moral (PPKn, Pancasila ?) apakah tidak bisa memberikan wawasan kebersamaan?
Apakah dengan hukuman yang diperberat akan menolong mengurangi masalah itu? Sepertinya tidak. Buktinya, sekalipun dimasukkan ke penjara, di tahan tetap tidak jera, tidak kapok, masih mengulangi perbuatannya yang tidak bener itu.
Atau, dibuat peraturan yang ketat? Hehehee... akan semakin pandai mereka main kucing-kucingan dan main akal-akalan, mereka akan berusaha mencari celah dari peraturan itu.
Dan masih banyak lagi..lagi dan lagi..
Lantas.....
Kembali kepada diri kita....mau taat atau menjadi pemberontak. Mau menjadi manusia yg sadar hukum, sadar aturan atau ..hem.."pingsan" bahkan "mati", maksudnya hati nurani dan moralnya dah mati.
Yoi..yang mana..
Langganan:
Postingan (Atom)
